yang beredar saat ini sebagian besar merupakan kompilasi dari rekaman-rekaman mentah tersebut. Berbeda dengan film dokumenter modern yang memiliki narasi yang rapi dan sudut pandang yang jelas, video-video tersebut seringkali menampilkan gambar raw (mentah) tanpa filter. Ini memberikan kesan yang sangat realistis, namun juga sangat traumatis.
Analisis Teori Konflik Sosial pada Perang Sampit - Journal of FORIKAMI Video Dokumenter Perang Sampit
Sebelum membahas dokumentasinya, kita harus memahami mengapa peristiwa ini begitu mengerikan. Konflik yang dimulai pada 18 Februari 2001 ini tidak hanya memakan korban jiwa sekitar 500 orang, tetapi juga memicu eksodus besar-besaran ribuan etnis Madura kembali ke Pulau Jawa. Tingkat kebrutalannya yang ekstrem—termasuk aksi pemenggalan kepala (sangkol)—menciptakan trauma kolektif yang mendalam. yang beredar saat ini sebagian besar merupakan kompilasi
Sebelum membahas lebih jauh tentang dokumentasinya, penting untuk memahami konteks historisnya. Perang Sampit bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ini adalah puncak dari es permusuhan yang telah lama mencair. Konflik antara suku Dayak dan Madura di Kalimantan telah terjadi berulang kali sejak era 1950-an, 1970-an, hingga 1990-an. Analisis Teori Konflik Sosial pada Perang Sampit -
Konflik meledak setelah pembakaran sebuah rumah milik warga Dayak, yang diduga dilakukan oleh warga Madura, serta pembunuhan seorang warga Dayak bernama Sandong. Mencari Video Dokumenter Perang Sampit