Rina menemukan bahwa curah hujan di Surabaya cenderung meningkat selama 10 tahun terakhir. Rata-rata curah hujan tahunan meningkat sebesar 10% setiap tahun. Selain itu, Rina juga menemukan bahwa bulan Desember dan Januari merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi di Surabaya.

Menentukan jadwal pengerjaan proyek luar ruangan agar tidak terhambat musim hujan ekstrem.

Untuk kebutuhan perencanaan drainase atau riset, Anda dapat mengakses data terbaru melalui: BPS Provinsi Jawa Timur

Data curah hujan jangka pendek (harian/mingguan) hanya berguna untuk peringatan dini. Namun, data mampu mengungkap:

Namun, pola "tradisional" ini telah mengalami anomali signifikan dalam 10 tahun terakhir akibat fenomena global seperti perubahan iklim, El Nino, dan La Nina.

, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia dan pusat industri & perdagangan, memiliki tantangan unik terkait iklim dan hidrologi. Bagi para perencana kota, petani perkotaan (urban farming), kontraktor bangunan, peneliti lingkungan, hingga warga biasa yang ingin antisipasi banjir, Data Curah Hujan Surabaya 10 tahun terakhir adalah informasi yang sangat krusial.

Secara umum, Surabaya memiliki variasi musiman yang ekstrem. Kota ini mengalami dua musim utama:

: Portal resmi pemerintah kota untuk data geografis dan sektoral. BMKG Stamar Tanjung Perak

Terdapat perbedaan rata-rata antara stasiun pemantauan. Stasiun Juanda sering mencatat rata-rata bulanan yang lebih tinggi (sekitar 248 mm) dibandingkan Stasiun Perak II (sekitar 195 mm).

Biasanya terjadi di bulan Januari dengan rata-rata akumulasi bulanan mencapai 262 mm atau lebih.

Surabaya memiliki iklim tropis dengan klasifikasi Köppen-Geiger (iklim sabana tropis). Rata-rata curah hujan tahunan di kota ini berkisar antara 1.700 mm hingga 1.900 mm per tahun.