Naskah Drama Malin Kundang 4 Orang 'link' ❲ORIGINAL ✦❳
Ibu: Ya Tuhan... Jika dia memang bukan anakku, maafkanlah dia. Tapi jika dia benar-benar Malin anakku, hukumlah dia karena telah mendurhakai ibunya!(Suara guntur dan petir menggelegar. Lampu panggung berkedip-kedip)Malin: (Masuk ke panggung, berteriak ketakutan) Ibu! Maafkan aku, Ibu! Tubuhku... tubuhku terasa kaku!Nakhoda: Tolong! Kapal kita pecah dihantam badai!Istri Malin: Malin, apa yang terjadi padamu?!Malin: (Berlutut dan menjadi kaku) Argh! Ibuuuu! Maafkaaaan... (Malin terdiam membatu) 💡 Tips Pementasan:
: "Malin, apakah kau benar-benar harus pergi merantau, Nak?"
(Berteriak) Kapten! Bawa wanita tua ini turun dari kapal! naskah drama malin kundang 4 orang
Langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap. Badai besar menghantam kapal Malin. Tubuh Malin tiba-tiba terasa kaku dan tak bisa digerakkan.
"Tuan! Sebentar lagi kita akan sampai di kampung halaman Tuan, Pantai Air Manis." Ibu: Ya Tuhan
Agar pementasan Anda sukses, perhatikan tips berikut:
"Siapa kau? Beraninya menyentuh pakaian mahalku dengan tangan kotormu!" Istri Malin tubuhku terasa kaku
Malin: Ibu, aku tidak bisa terus begini. Hidup kita terlalu miskin. Aku harus pergi merantau.Ibu: Tapi Malin, kau satu-satunya yang Ibu miliki. Ibu takut kau tak kembali.Malin: Percayalah, Bu. Aku akan pulang membawa harta yang banyak untuk kita.Nakhoda: (Masuk ke panggung) Hei, Malin! Kapal akan segera berangkat. Cepatlah!Malin: Baiklah, Kapten. (Memeluk Ibu) Aku pergi, Bu. Jaga diri Ibu baik-baik.Ibu: (Menangis) Pergilah, Nak. Doa Ibu menyertaimu. Jangan lupakan Ibu.