Setiap pagi, tanyakan: “Jika hari ini adalah hari terakhirku, apakah aku akan melakukan apa yang aku rencanakan?” Jika jawabannya tidak, batalkan rencana tersebut.
Jadi, sebelum Anda memejamkan mata untuk terakhir kalinya, bukalah (atau minimal renungkan pertanyaannya). Lalu, mulailah hari ini juga membangun daftar tamu untuk pemakaman Anda—bukan dengan ketakutan, tetapi dengan harapan bahwa daftar itu akan penuh dengan orang-orang yang tersenyum sambil menangis, bersyukur pernah hidup di zaman yang sama dengan Anda.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai isi dan pesan utama buku tersebut: Penulis: Kim Sang-hyun Penerbit: Penerbit Haru (Edisi Indonesia) Tebal: Sekitar 168 halaman Format: Catatan-catatan pendek (esai) yang reflektif Struktur dan Isi Utama buku siapa yang akan datang ke pemakamanku
Judul pertanyaan di atas terdengar seperti potongan lirik puisi gelap atau judul bab dari novel eksistensialis. Namun, bagi mereka yang merenungkan makna hidup, “buku siapa yang akan datang ke pemakamanku” bukanlah sekadar metafora tentang kematian. Ini adalah pertanyaan paling jujur tentang dan jejak yang kita tinggalkan .
Berdasarkan ulasan dari Fimela dan Medium , buku ini menekankan beberapa poin penting: Setiap pagi, tanyakan: “Jika hari ini adalah hari
Tuliskan obituary (berita kematian) Anda sendiri seperti yang Anda inginkan. Bukan daftar pencapaian, melainkan daftar bagaimana Anda membuat orang lain merasa. Bacakan di depan cermin.
Buku ini sangat cocok bagi Anda yang sedang merasa lelah, merasa kehilangan arah, atau sekadar ingin merenungkan kembali prioritas dalam hubungan sosial dan kebahagiaan pribadi. Apakah Anda ingin tahu kutipan-kutipan inspiratif lainnya dari buku ini atau mencari rekomendasi buku serupa WHO WILL COME TO MY FUNERAL WHEN I DIE? - apopbooks Berikut adalah panduan lengkap mengenai isi dan pesan
Apakah bab ini berisi kebencian yang tak perlu? Atau pengampunan? Apakah bab ini saya tulis untuk disimpan di lemari berdebu, atau untuk dibagikan saat masih ada denyut nadi?
Buku ini juga diadopsi oleh beberapa perusahaan sebagai bagian dari program leadership retreat , karena dianggap mampu menumbuhkan empati dan kesadaran diri pada para pemimpin yang terlalu sibuk mengejar KPI.
Buku ini dibagi menjadi empat bab utama yang masing-masing mengeksplorasi sisi emosional manusia yang berbeda: